Kisah Naifata, Bocah 12 Tahun Yang Ingin Beri Mahkota Surga Kepada Orang Tua

Keinginan Qurotuain Neba Naifata Kahila untuk memberikan kedua orang tuanya jubah dan mahkota saat di akhirat kelak, membuatnya menjadi seorang penghafal Alquran.

Tak tanggung-tanggung, di usianya yang masih belia Naifata sudah hafal tujuh juz Alquran. Di antaranya juz 30, 29, 28, 27, 26, 25, dan 24.

Bocah 12 tahun ini bercerita, jika sewaktu kecil kedua orang tuanya kerap mengajak ia mengikuti kajian. Bahkan saat di rumah, ia juga sering melihat kedua orang tuanya dan sang kakak menghafalkan Alquran.

“Dari kecil udah sedikit hafal, tapi belum konsisten. Akhirnya saat kelas 2 SD, saya mulai menghafal Alquran. Karena saya ingin memberikan umi sama abi jubah dan mahkota waktu di Surga. Karena mereka sudah mendidik saya,” ucap bocah yang duduk di bangku kelas 6 SD SAIM ini pada Basra, Kamis (30/4).

Naifata mengungkapkan, jika pada momen Ramadhan ini, ia ingin menambah lima juz hafalannya. Untuk itu, ia giat menyetorkan hafalannya setiap selesai salat subuh dan zuhur.

“Biasanya setor satu halaman sambil dimurojaah (mengulang hafalan) lagi. Terus saya juga ingin mengkhatamkan Alquran, jadi setiap hari saya target satu juz harus selesai dibaca,” jelasnya.

Ketika ditanya terkait kesulitan saat menghafal Alquran, anak keempat dari lima bersaudara ini mengungkapkan jika ia mengalami kesulitan ketika ada ayat Alquran yang panjang.

Untuk mengatasinya, Naifata biasanya mendengarkan murrotal terlebih dahulu. “Terus kalau ayatnya panjang saya ulangi membacanya sampai 5-7 kali, setelah itu biasanya langsung hafal,” tutur bocah kelahiran Surabaya, 21 September 2007.

Tak lupa ia juga memberikan motivasi kepada teman-temannya yang ingin menjadi penghafal Alquran agar yakin kalau mereka juga bisa. “Kalau kita ingin menjadi penghafal Alquran, kita harus yakin sama Allah. Insyaallah nanti akan diberi kemudahan,” kata Naifata.

Ke depan, Naifata berharap targetnya untuk menghafal 30 juz Alquran bisa segera tercapai ketika ia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Saya ingin pas SMP itu sudah bisa hafal 30 juz. Biar saya bisa mewujudkan impian saya dan membanggakan umi, abi, ustaz, ustazah yang sudah membimbing saya,” pungkasnya.

Sementara itu, Netty bunda Naifata berharap apa yang dilakukan sang putri bisa menjadi motivasi untuk banyak orang. “Harapannya Naifata bisa menjaga hafalannya, bisa menerapkan pada kehidupan sehari-hari, dan dapat memotivasi semuanya juga,” tutupnya.