> Subhanallah, Guru Berkeliling dari Rumah ke Rumah demi Ajari Muridnya di Tengah Pandemi
Loading...

Subhanallah, Guru Berkeliling dari Rumah ke Rumah demi Ajari Muridnya di Tengah Pandemi

Loading...
Loading...

Foto seorang guru yang mendatangi rumah murid-muridnya untuk mengajar di tengah pandemi Covid-19 mendadak viral di media sosial.
Diketahui guru tersebut bernama Yan Budi Nugroho yang merupakan guru honorer di SDN Tridadi, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Bagaimana kisah lengkap perjungan Budi dalam mendidik anak muridnya?


Berikut Tribunnews sajikan fakta-fakta  viralnya foto guru keliling demi ajari murid-muridnya di tengah pandemi:

1. Bermula dari Cuitan di Twitter

Foto Budi saat mengajar mulai menjadi perbincangan sejak viral di media sosial, Twitter.

Foto tersebut dibagikan pertama kali oleh akun Twitter pribadi milik Budi, @yanbudi18.

Lewat cuitannya itu, Budi menyematkan 4 buah foto berbeda.

Foto-foto tersebut menunjukkan aktivitas belajar mengajar yang dilakukan seorang guru dan murid-muridnya di luar gedung sekolah.

Selain itu, mereka tidak tampak mengenakan seragam yang biasanya digunakan saat bersekolah.

Selain foto, Budi menuliskan keterangan:

"Jangankan Gaji 80jt

Guru honorer gajian rutin saja sudah alhamdulillah," tulisnya.

Cuitan bertanggal 24 April 2020 tersebut, hingga hari ini, Rabu (29/04/2020), telah di-retweets sebanyak 2,9 ribu kali.

Serta mendapat like sebanyak 11,3 ribu.

Tidak berhenti disitu, warganet pun juga membubuhkan berbagai komentarnya.

@dewirenjaniayu: Sesama profesi guru, mari kita mendidik penerus bangsa. Semangat mas.

@ikhsan_ikhwan_:Semangat mencerdaskan anak bangsa mas, siapa bersyukur akan ditambah nikmatnya.

@Vikraah: Semangat dan sehat selalu mas. Rekan sejawat sebagai guru harus tau hal ini. Tetap semangat melawan keterbatasan pak.

@semerdekakusaja: Semangat trs, upahmu mungkin bukan dari manusia tapi dari Tuhan yang maha esa.

@BoiWepe: Respect.

2. Cerita di Balik Foto Tersebut

Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan Tribunnews, gambar tersebut diambil oleh seorang guru bernama Yan Budi Nugroho.

Budi merupakan guru honorer di SDN Tridadi, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Ia mengatakan foto tersebut diambil Kamis (23/04/2020), kemudian diunggah di hari berikutnya.

"Foto-foto itu bersama anak murid saya, mereka anak kelas dua dan saya wali kelas mereka," ucapnya.

Budi melanjutkan ceritanya, kegiatan pembelajaran dengan cara mendatangi rumah-rumah muridnya sengaja ia lakukan.

Bahkan menurut pengakuannya, pembelajaran model itu sudah ia lakukan sekitar beberapa minggu yang lalu setelah keluarnya kebijakan dari pemerintah untuk belajar dari rumah terkait pandemi Covid-19.

Meskipun sudah menerapkan sistem pembelajaran lewat daring, namun karena sejumlah kendala, Budi memutuskan untuk tetap melakukan pembelajaran melalui tatap muka.

"Mereka kan masih kelas dua, ada yang tidak punya HP Android, ada yang pinjam kakaknya atau tetangganya."

"Ya kadang dengan kondisi itu membuat tugas yang saya berikan lewat online telat dibacanya sama murid saya," imbuhnya.


Selain itu, kondisi fasilitas HP dengan spesifikasi berbeda-beda, membuat Budi kesulitan mengevaluasi tugas yang telah diberikan.

"Kan kamera HP-nya kualitasnya berbeda-beda, kalau difoto dan dikirim ke saya ya kadang tidak jelas."

"Ya kita juga tahu, tulisan anak kelas 2 SD seperti apa sih," tandas Budi.

Pria asli Kabupaten Purworejo mulai berpikir kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan.

Termasuk terus memaksakan pembelajaran lewat daring dengan berbagai keterbatasan yang ada.

"Kalau kayak gini terus, tidak akan berjalan maksimal belajarnya."

"Saya pikir-pikir mengunjungi satu persatu itu lebih baik. Daripada mereka tertinggal belajarnya, apalagi kan masih banyak tema pembelajaran yang belum terselesaikan," katanya.

Semenjak itu, Budi secara rutin mengunjungi kediaman murid-muridnya secara bergantian.

Dalam satu minggu Budi meluangkan waktu 3 hari untuk berkeliling mengajar muridnya secara tatap muka.

Ia sendiri merupakan wali kelas 2 dan memiliki murid sebanyak 12 anak.

"Jadi gantian, hari ini ke sana, besoknya ke mana, waktunya nggak cukup kalau dalam satu hari."

"Satu hari untuk 4 orang murid, saya datang ke sana untuk mengajarkan bahan ajar kepada mereka," urainya.

Meskipun telah menemukan metode pembelajaran yang baik menurut versinya, Budi tetap melakukan kombinasi antara pembelajaran online dengan offline.

"Yang online untuk memberikan tugas, yang offline untuk mengajar langsung," tambahnya

3. Menyampaikan Pesan lewat Cuitan


Budi mengatakan cuitannya yang viral itu memiliki banyak pesan ke berbagai pihak.

Pertama, ia ingin menyampaikan meskipun di dalam masa pandemi Covid-19, dunia pendidikan harus tetap berjalan.

Baginya,pendidikan merupakan bagian penting dalam membangun negeri ini.

"Untuk tetap berusaha di wabah covid-19 agar pendidikan tetap berjalan di relnya."

"Makanya itu saya mengerahkan segala kemampuan, karena ini tanggung jawab saya," tandasnya.

Masih kurangnya kesejahteraan guru honorer juga menjadi pesan yang ingin Budi sampaikan kepada pemerintah lewat cuitannya.

Menurutnya, pemerintah Indonesia tidak boleh menutup mata dengan keberadan rekan-rekan honorer.

"Guru honorer juga memiliki peran dalam pembangunan bangsa ini. Sudah sepatutnya jasanya seberapapun itu patut dihargai," timpalnya.

Terakhir Budi berpesan kepada guru-guru di pelosok negeri untuk tetap menjalankan tugasnya meskipun dibalik bayang-bayang bahaya Covid-19.

"Anak-anak di Indonesia harus tetap belajar, pergunakan waktu sebaik mungkin, kita tidak tahu pandemi ini kapan berakhir. Kami guru-guru akan melakukan semaksimal mungkin."

"Mari kita berdoa pandemi ini cepat berakhir dan proses belajar bisa seperti biasanya. Selamat belajar, semoga hari esok lebih baik lagi, semangat yah anak-anakku semua," tutupnya.

LihatTutupKomentar
Loading...