> Astagfirullah, Akan Salat Subuh Pemuda di Bogor Tewas Dikeroyok, Korban Alami Luka Sabetan Senjata Tajam
Loading...

Astagfirullah, Akan Salat Subuh Pemuda di Bogor Tewas Dikeroyok, Korban Alami Luka Sabetan Senjata Tajam

Loading...
Loading...

Pemuda berinisial MZ (16) di Bogor, tewas setelah dikeroyok sekelompok orang tak dikenal saat akan salat Subuh, Minggu (9/2/2020) sekira pukul 04.30 WIB.

Saudara kandung MZ yakni R (17), juga mengalami luka setelah terkena sabetan senjata tajam.

Kakak korban, Ledi Saphira (19) menyebut, awalnya MZ nongkrong bersama saudara dan teman-temannya..

Ketika waktu menjelang Subuh, MZ pulang mengendarai sepeda motornya.

"Kata temennya lagi nongkrong di Tegalega. Terus mereka pulang mau Salat Subuh, mereka lewat sini, Pandu Raya," kata Ledi Saphira di kediaman korban, Minggu (9/2/2020),

Saat perjalanan pulang tersebut, MZ dan temannya dicegat oleh dua motor dan satu mobil angkot.

Mobil angkot tersebut ditumpangi oleh beberapa orang.

Kemudian, korban dikeroyok oleh sejumlah orang tak dikenal tersebut, dan terkena senjata tajam.

"Mereka dijegat sama angkot sama motor. Almarhum bawa motor," kata Ledi.

Sementara itu, ibu korban, Yeniati (38) mengatakan, dirinya mendengar suara orang berlarian sekira pukul 04.00 WIB.

Ia pun langsung mendatangi sumber suara tersebut, karena MZ dan R diketahui nongkrong di daerah sumber suara.

"Aku ke atas karena kan ada yang lari-lari, cari-cari anak aku. Ditanyaian ke mereka (rekan korban). Lihat R sama MZ enggak? Katanya enggak lihat. Ini udah mau waktunya salat. Kata mereka nanti juga salat," kata Yeniati, dikutip dari TribunnewsBogor.com, Minggu (9/2/2020).

Ibu korban terus mencari keberadaan kedua anaknya, tapi tetap tidak menemukannya.

"Aku muter-muter enggak ada, kenapa cuma anak aku aja yang enggak ada," tanya dia.

Ia akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah saat adzan subuh berkumandang.

Namun, saat mengambil air wudu, ada yang mengetuk pintu rumahnya.

Mengira kedua anaknya telah kembali ke rumah, ternyata teman korban yang datang.

Teman MZ mengabarkan, putranya sudah dibawa ke rumah sakit.

"Aku baru mau ambil wudu ke kamar mandi, udah itu ada yang ngetuk-ngetuk di sini, anak satu, bu katanya 'mau ngomong boleh enggak'?, boleh aja, kata aku."

"Ada apa ya? 'Maaf ya bu semalem punten jangan kaget kalau MZ di rumah sakit'."

"Di situ aku udah lemes. Aku langsung kesana ke RS PMI, aku tanya mereka. Udah itu aku enggak inget apa-apa lagi, campur aduk kayak begitu. Sekarang ternyata beneran (korban meninggal)," kata Yeniati.

Beruntung, R berhasil selamat dari pengeroyokan yang merenggut nyawa saudaranya itu.

Saat ini, pihak kepolisian tengah mencari keberadaan dari sekelompok orang yang mengeroyok MZ hingga tewas.

"Iya, korban meninggal dunia," kata Paur Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Desty Irianti.

"(Korban) Inisial MZ, usia 16 tahun," tambahnya.

Ia membenarkan, korban dikeroyok oleh sejumlah orang.

Menurutnya, MZ bukan seorang pelajar.

"Dikeroyok. Korban bukan anak sekolah," kata Desty.

Yeniati mengungkapkan, MZ merupakan lulusan pondok pesantren, dan tidak melanjutkan sekolahnya lagi.

Ia menyebut, MZ lebih sering berada di rumah.

Selain itu, anak ketiganya itu juga senang menghabiskan waktu di Musala dekat rumahnya.

LihatTutupKomentar
Loading...