> Astaga Pria Ini Buat Panik Penumpang Wings Air, Saat Take Off Buka Jendela Darurat
Loading...

Astaga Pria Ini Buat Panik Penumpang Wings Air, Saat Take Off Buka Jendela Darurat

Loading...
Loading...

Beberapa saat menjelang lepas landas (take off) dan sebagian penumpang sudah memasang sabuk pengaman, seorang pria berinisial PMP (30) yang duduk di kursi 1F, tiba-tiba membuka jendela darurat.

Hal ini membuat panil para penumpang, dan pilot membatalkan penerbanbang. Peristiwaini terjadi di Bandara Sepinggan, Balikpapan, saat pesawar Wings Air tengah lepas landas menuju Bandara Robert Atty Bessing, Malinau.

Akibat peristiwa itu seluruh penumpang terpaksa diturunkan dan diarahkan kembali ke ruang tunggu keberangkatan. Dengan kondisi tersebut, keberangkatan Wings Air yang seharusnya berangkat pada Sabtu 8 Februari 2020 pukul 08.15 Wita harus tertunda hampir tiga jam.

Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro menyebutkan, penerbangan pesawat IW-1478 sebenarnya sudah dipersiapkan dengan baik. Wings Air mengoperasikan ATR 72-600 registrasi PK-WHY dengan empat awak pesawat serta akan menerbangkan 43 tamu atau penumpang.

Pesawat tersebut baru take off pukul 11.00 WITA dengan pesawat Wings Air lain dengan nomor registrasi PK-WGO. Sedangkan pesawat tiba di Malinau pukul 12.30 Wita.

Penumpang tersebut kini telah diserahkan ke pihak kepolisian dan otoritas bandara untuk diperiksa lebih lanjut. Wings Air mengimbau seluruh penumpang untuk tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan, baik di darat maupun saat mengudara.

"Tindakan yang dilakukan oleh penumpang indisipliner atau unruly/disruptive passenger akan mendapatkan sanksi tegas dan memiliki konsekuensi hukum," kata Danang, melansir laman iNews.id, Minggu (9/2/2020).

Penumpang tersebut lanjut dia, dapat disangkakan melanggar Pasal 54 Undang-undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan. Adapun ancaman hukuman sebagaimana diatur dalam Pasal 142 yaitu berupa hukuman kurungan penjara maksimal 2 tahun dan denda Rp500 juta.

LihatTutupKomentar
Loading...