Siswi SD Diculik & Cabuli hingga Hamil 9 Bulan, Korban juga Dipaksa Jadi Buruh Tani, Astagfirullah

Nasib naas dialami SA (11), bocah yang diculik sejak ia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 2 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Ia culik oleh SF (57), pria paruh baya.

SA yang diculik oleh SF baru ditemukan 4 tahun kemudian.

Tak hanya diculik, SA juga menjadi korban pemerkosaan.

Ia temukan dalam keadaan hamil sembilan bulan.

Pelaku menculik korban sejak 2016.

Selama 4 tahun tersebut, SA dicabuli oleh SF.

Sebelumnya, keluarga SA sudah melaporkan kasus kehilangan ini pada pihak yang berwajib.

Namun bocah SD yang memiliki kemampuan memijat itu tak kunjung diketahui keberadaannya.

SA diketahui merupakan gadis yang memiliki kemampuan memijat.

SF (57), pria paruh baya asal Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengaku membawa kabur gadis di bawah umur dan sempat mencabulinya belasan kali.

Korban kini telah dikembalikan kepada orangtuanya setelah polisi menangkap pelaku di rumahnya, di Kampung Cilandak, Desa Wangunjaya, Kecamatan Naringgul, Cianjur, Kamis (23/1/2020) siang.

Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Niki Ramdhany mengatakan, selama buron, tersangka bersama korban kerap berpindah-pindah tempat tinggal untuk menghindari kejaran polisi.

“Korban pernah tinggal di daerah Pameumpeuk dan Cikajang, Garut, dan di daerah Ciharuk, Kertasari, Kabupaten Bandung.

Mereka tinggal di gubuk di areal perkebunan,” kata Niki kepada Kompas.com, Selasa (28/1/2020).

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, tersangka bekerja sebagai buruh tani.

“Tersangka juga mempekerjakan korban sebagai buruh tani untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka,” ucapnya.

Niki mengatakan, selama pelarian, tersangka telah menyetubuhi korban sebanyak 15 kali.

"Korban sendiri saat ini sedang hamil sembilan bulan, dan diduga akibat dari perbuatan tersangka," kata Niki.

Di hadapan polisi, tersangka SF mengaku selalu berpindah-pindah tempat tinggal di daerah Kabupaten Bandung dan Garut.

“Tersangka bersama korban tinggal di kebun, di gubuk.

Pernah juga di daerah Papandayan (Garut),” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak Pasal 81 ayat 1 dan 2, serta Pasal 332 ayat 1, 2, dan 3 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.

Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap SF (57) di kediamannya Kampung Cilandak, Desa Wangunjaya, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (23/1/2020), karena menculik dan mencabuli gadis di bawah umur sejak 2016.

Dari informasi polisi, tersangka membawa kabur korban dengan modus meminta bantuan untuk dipijat.

Tersangka memang dikenal mempunyai kemampuan memijat sehingga orangtua tidak menaruh curiga atas permintaan tersangka.

Namun, sejak itu korban tidak pulang ke rumah sehingga orangtuanya mencari keberadaan korban, tetapi ternyata telah dibawa kabur tersangka.

Mereka pun lantas melaporkan perkara tersebut ke polsek setempat, hingga SF masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).