6 Fakta B4lita Di4nia44a Ibu karena N9ompol, Pakai S3r00k Penggorengan untuk Ku88vvr An4k & K3per99ok TNI


Kekejian Andriana Lulu Djami alias Ina (33) yang tega menganiaya anaknya yang masih balita hingga tewas akhirnya terkuak.

Hanya gara-gara mengompol, Ina tega membentur-benturkan kepala anak perempuannya DQ hingga kejang-kejang dan tewas.

Setelah mendapati anaknya tewas karena perbuatannya, Ina pun kebingungan dan berniat mengubur sang putri.


Ia bahkan telah menggali tanah kuburan sedalam 20 sentimeter untuk mengubur jasad DQ.

Namun, sebelum aksinya dilakukan, kekejian Ina dipergoki oleh anggota TNI AU Kupang yang berjaga.

Berikut TribunMataram.com rangkum fakta-fakta balita dianiaya ibunya hingga tewas di Kupang, NTT, dikutip dari PosKupang.

1. Berawal dari Jengkel

Ibu muda yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan TPU Kampung Ukitao RT 42 RW 02 Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang ini, tega membunuh anak perempuannya lantaran masalah sepele.

Ia merasa jengkel dengan anaknya yang kencing di kasur di kamar tidur mereka.

Saat diinterogasi, pelaku menjelaskan bahwa ia melakukan tindakan keji tersebut, setelah korban mengencingi kasur tempat tidur pelaku.

Pelaku marah dan membenturkan kepala korban secara berulang-ulang ke tembok sehingga korban mengalami luka pada bagian kepala.

2. Korban Sempat Kejang-kejang

Melihat kondisi buah hatinya mulai melemah, pelaku sempat memberikan obat.


Tetapi suhu tubuh bocah tak berdosa itu panas tinggi dan mengalami kejang-kejang.

Lantaran panik melihat kondisi korban, pelaku kemudian memberikan bantuan nafas buatan.

Namun korban tak berhasil ditolong hingga akhirnya meninggal dunia.

Melihat itu, pelaku yang panik, lantas menghubungi suaminya, Suhendi alias Hendi (39) yang selama ini tinggal di Kompleks Lanudal Penfui Kupang.

3. Pelaku Ternyata Istri Kedua

Sebelum menguburkan korban, pelaku sempat menghubungi suaminya, Suhendi alias Hendi (39).

Ternyata selama ini, pelaku menikah siri dengan suaminya pada Oktober 2016 silam.

Ia juga merupakan istri kedua Hendi.

4. Suami Sholatkan Anak

Sekitar pukul 18.00 Wita, Suhendi datang ke tempat kost pelaku untuk melihat kondisi korban.


Karena kondisi korban sudah meninggal dunia, Suhendi pun menyolati korban dan selanjutnya kembali ke rumah dinas tempat ia tinggal.

5. Gali Kubur dengan Serok Penggorengan

Sekitar pukul 21.00 wita pelaku ke lokasi kejadian dan menggali tanah menggunakan besi dan alat penggorengan dengan kedalaman sekitar 20 centi meter.

Selesai menggali tanah, pelaku kembali ke kos/rumah.

6. Kepergok Anggota TNI

Sekitar satu jam kemudian atau pukul 22.00 Wita, pelaku membawa korban dengan cara menggendong di bagian depan menggunakan sepeda motor Honda Beat menuju lokasi, tempat ia menggali lubang untuk menguburkan bayinya itu.

Saat itulah pelaku diamankan anggota TNI AU dan langsung mengamankan pelaku kemudian menyerahkannya ke aparat Polres Kupang Kota.