Waduh, Hotman Paris Sebut Dihubungi Erick Thohir Soal Kasus Pramugari Garuda


Beritaterheboh.com - Pengacara populer, Hotman Paris Hutapea mengklaim mendapat pesan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara, Ecick Thohir.

Hotman mengaku, Menteri Ercik meminta nama pramugari Garuda Indonesia yang dilarang terbang, karena membagikan foto perempuan yang dekat dengan salah seorang atasannya.

"Tadi malam menteri BUMN sahabat gue Erick Thohir minta nama pramugari Garuda (Indonesia) yang di-grounded," kata Hotman, diakses Senin, 23 Desember 2019.


Erick disebut meminta identitas pramugari Garuda yang mendapat sanksi karena menyebar foto before after operasi plastik wanita yang diduga dekat dengan pimpinan Garuda.


Untuk menindaklanjuti permintaan Erick, Hotman mengajak para pramugari Garuda Indonesia untuk mengirim pesan ke Erick mengenai nama-nama personil Garuda Indonesia yang dilarang terbang.

"Hei teman-teman pramugari Garuda, kalau memang anda solider sama teman, kirim nama pramugari itu kepada Pak Erick Thohir, Menteri BUMN, agar ditindak lanjuti," ucap dia.

Hotman membagikan pengakuan mengejutkan. Dia menyebut, oknum pimpinan Garuda Indonesia yang melarang pramugari terbang itu masih menjabat.

"Katanya oknum pimpinan Garuda yang meng-grounded pramugari itu masih menjabat. Masih menjabat jadi salah satu senior di Garuda," kata dia.


Ini Videonya:






A post shared by Dr. Hotman Paris Hutapea SH MH (@hotmanparisofficial) on
Sosok Eks Dirut Garuda Indonesia Dibongkar Awak Kabin: Selalu Kontroversial

Keputusan Menteri BUMN Erick Thohir membebastugaskan I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Askhara dari jabatan Direktur Utama Garuda Indonesia menuai banyak dukungan. Salah satunya dari Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi).

Ketua Umum Ikagi, Zaenal Muttaqin, mengatakan selama ini Ari dikenal sebagai sosok bermasalah. Menurut dia, Ari kerap membuat kebijakan kontroversial.

"Selama ini kinerja Ari Askhara di Garuda selalu kontroversi," kata Zaenal, dikutip dari Merdeka.com.

Tidak jarang kebijakan Ari merugikan banyak pihak. Tidak hanya kepada pihak luar seperti penumpang dan masyarakat namun juga di internal mulai dari karyawan, perusahaan hingga anak perusahaan.

Menurut Zaenal, Ari juga memberikan perlakuan tidak adil pada karyawan dan awak kabin yang tergabung dalam Ikagi. Seperti penghentian iuran anggota, mempersulit Perjanjian Kerja Bersama, melarang terbang para pengurus serikat pekerja, hingga melakukan PHK tanda dasar.

Belum Menyelesaikan Masalah
Meski begitu, Zaenal mengakui langkah pemecatan Ari belum menyelesaikan masalah di internal Garuda Indonesia. Sebab, banyak petinggi maskapai pelat merah itu yang juga melakukan perbuatan seperti Ari.

"Masih banyak jajaran direksi yang berupaya melakukan hal sama seperti Ari Askhara," ucap dia.

Lebih lanjut, Zaenal berharap pengganti Ari memiliki kinerja yang jauh lebih baik. Juga memberikan perhatian lebih kepada kesejahteraan karyawan dan melindungi hak-hak para pekerja yang selama ini dilanggar.

"Kami berharap pimpinan direksi baru nanti bisa menghentikan serikat pekerja tandingan yang dibentuk secara ilegal tanpa dasar hukum yang sah," ucap dia.


from Berita Heboh https://ift.tt/2SkrC5C
via IFTTT