Viral Video Diduga Istri Menyeret Suami Difabel yang Mengemis di Pinggir Jalan, Ini Kata Psikolog


Beritaterheboh.com - Media sosial dihebohkan dengan unggahan video yang menayangkan seorang wanita menyeret laki-laki difabel yang tengah mengemis di pinggir jalan.

Wanita tersebut juga memaki-makinya, bahkan tega melempar batu ke arah laki-laki itu.

Laki-laki yang tengah membawa sebuah wadah berwarna merah muda itu tampak tak berdaya.

Ia sama sekali tak membalas perlakuan semena-mena yang ia dapatkan.

Video itu pun sontak menyedot perhatian warganet karena keduanya disebut-sebut sebagai pasangan suami-istri.

Pengunggah video, Florence Wong, menyebutkan dalam unggahannya di Facebook bahwa peristiwa tersebut terjadi di Jalan Angkatan 45, Palembang.

Ia menuliskan, sang istri tega menganiaya suaminya karena tak menghasilkan uang dari mengemis.

Ini temasuk KDRT atau bukan??

Istri menganiaya suaminya karena suaminya jadi pemgemis tapi nggak ada hasil…

Lokasi Jl. Angkatan 45, Palembang

FYI : yg videoin nolongin suami makanya videonya pendek banget..

Begitu tulis Florence di akun Facebook pribadinya.

Saat dikonfirmasi oleh Tribunnews.com, Florence mengatakan dirinya mendapatkan video tersebut dari Whatsapp.

"Videonya sudah berantai, saya dapatnya dari Whatsapp," ungkapnya, Selasa (24/12/2019).

Florence mengaku mengunggah ulang video tersebut supaya kejadian serupa tidak terulang.

"Saya membagikan video ini karena nggak mau aja seorang difabel disakitin sama orang yang lebih sempurna secara fisik, apalagi difabel tersebut tidak melakukan kesalahan ataupun kejahatan," tuturnya.

Tanggapan Psikolog

Seorang Psikolog Keluarga, Adib Setiawan, S. Psi., M. Psi., memberikan tanggapannya terkait video yang beredar.

Menurut Adib, jika benar keduanya pasangan suami istri, maka tindakan tersebut termasuk Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Termasuk KDRT seperti itu," kata Adib saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (24/12/2019).

Psikolog Keluarga dari Yayasan Praktek Psikolog Indonesia itu menjelaskan, KDRT merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh pasangan suami atau istri menggunakan kata-kata verbal, seperti mengejek, menghina, atau membentak, maupun dengan menggunakan kekerasan fisik.

Menurut Adib, KDRT bisa terjadi karena kebiasaan individu yang berkelakuan kasar.

"Kebiasaan sih kalau itu," kata Adib.

"Sudah terbiasa membentak suaminya jadi dia membentak suaminya begitu," lanjutnya.

Adib pun membenarkan bahwa KDRT bisa dipengaruhi oleh watak seseorang.

"Bisa (karena watak), jadi karena sesuatu yang sudah terbiasa akhirnya dia menjadi kasar," terangpsikolog dari Bintaro, Jakarta itu.

Lebih lanjut, Adib pun menerangkan bahwa KDRT biasa dipicu oleh kurangnya komunikasi.

"Biasanya KDRT terjadi karena kurangnya komunikasi," tuturnya.(Tribunnews.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/34UIbb8
via IFTTT