Kasus Mayat Bayi di Ember Siswi Pesantren di Magetan, Sang Ibu Bayi Ngotot Tutup Mulut


Beritaterheboh.com - santri salah satu dan juga ibu bayi yang ditemukan tewas di dalam ember di salah satu pesantren di Magetan menolak menyebutkan ayah dari bayi yang baru dilahirkannya.

Penyidik dari Unit Perlindungan Anak dan Perempuan Polres Magetan mengatakan gadis 20 tahun itu hanya menjawab nama, umur, dan tempat tanggal lahir saja.

"Ditanya beberapa pertanyaan, yang dijawab hanya nama, umur dan tempat lahir," kata salah satu penyidik seperti dilansir dari Surya.co.id

AF hanya mengaku lahir di Jember pada 10 Desember 1999.

Hal senada juga dijelaskan Kasatreskrim Polres Magetan AKP Sukatni. Ia menjelaskan AF lebih banyak diam dan enggan menjawab pertanyaan penyidik.

"Nutup semua, susah dimintai keterangan,” ujar Sukatni saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Minggu (22/12/2019).

Ia menjelaskan saat ini polisi telah memeriksa enam orang saksi baik dari pengurus dan siswi pondok pesantren yang mengetahui peristiwa tersebut.

Dari pemeriksaan awal, polisi mendapatkan informasi bahwa AF baru 6 bulan mondok di pesantren tersebut.

"Informasinya baru enam bulan, tapi kebenarannya belum bisa kita pastikan karena belum bisa dimintai keterangan,” ucap Sukatni.



Tidak mengakui habis melahirkan
AF melahirkan bayinya pada Jumat (20/12/2019). AF ditemukan tergeletak bersimbah darah di kamar mandi.

Sementara sang bayi ditemukan dalam tumpukan baju AF di dalam ember dengan posisi tengkurap pada Sabtu (21/12/2019) sekitar pukul 04.30 WIB.

Saat itu AS salah satu siswi pomdok berniat untuk mencuci baju kotor milik AF karena ia tahu AF dalam kondisi sakit. AS kemudian melaporkan penemuan bayi tersebut ke pengurus pesantren.

AF sempat dibawa ke Klinik Muhammadiyah di Desa Pacalan, Plaosan, Magetan. Saat datang, AF tidak mengakui habis melahirkan, termasuk Nur Azizah yang mengantar AF ke klnik.


Mereka hanya menfatakan AF sedang sakit. Dilansir dari Surya.co.id, AF sempat diinfus saat datang ke klinik tersebut.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke polisi. Mayat bayi laki-laki tersebut lansung RSUD Dr Sayidiman, Magetan untuk divisum. Sementara AF dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk dikuret.

“Prosesnya masih permintaan keterangan para saksi dan menunggu hasil visum resmi mayat bayi maupun orangtua kandung yang diduga yang melahirkan,” ucap Kasatreskrim Polres Magetan AKP Sukatni.(kompas.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/2SjIV6Y
via IFTTT