Atas Saran Traveler, 8 Hal Ini Sebaiknya Tak Dipakai Saat Naik Pesawat


Pada 2019, rekor dunia telah dikeluarkan untuk menetapkan jumlah pelancong yang memilih pesawat sebagai alat transportasi mereka.

Sejak Januari, lebih dari 4,6 miliar penumpang bepergian menggunakan kapal terbang. Bagi mereka yang hobi jalan-jalan kemungkinan sudah tahu banyak rahasia sebelum dan ketika naik pesawat. Bahkan tentang detail yang tampaknya tidak penting penting, seperti pakaian dan sepatu.

Bright Side yang dikutip pada Kamis (24/10/2019) meninjau pengalaman para pelancong dan membaca rekomendasi dari pilot, dokter, dan traveler mengenai apa yang tidak boleh dipakai ketika hendak menumpangi pesawat.

Berikut 8 di antaranya, terkait tata krama berbusana yang tepat untuk penerbangan.

1. Pakaian Ketat

Penerbangan memberikan tekanan pada tubuh, apalagi untuk perjalanan jarak jauh. Pembuluh darah kita berada di bawah sebagian besar tekanan itu.

Alasan di balik itu adalah tekanan tubuh berubah dan kita harus menghabiskan waktu lama di kursi yang cukup kecil. Hal yang memperburuk masalah yaitu penggunaan pakaian ketat.

Akibat memakai sesuatu yang terlalu sendat, sirkulasi darah di tubuh menjadi kurang efektif. Dokter bahkan memiliki istilah khusus untuk ini: sindrom kelas ekonomi (economy class syndrome).

Sindrom ini bahkan dapat berkembang jika Anda terbang dengan jet pribadi.

Suatu ketika, Lady Gaga terpaksa mengganti kostum yang dikenakannya karena diminta oleh pramugari. Pakaian macam itu bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan yang serius ketika pesawat sedang berada di angkasa.

Dalam situasi ini, dokter merekomendasikan agar penumpang memilih pakaian yang longgar dan mengenakan kaus kaki kompresi.

2. Celana Jengki 

Rekomendasi lain adalah jangan pernah memakai celana jengki atau jeans. Sekali lagi, ini masih berkaitan dengan tekanan udara saat pesawat sedang terbang.

Dengan tidak memakainya, Anda akan memberikan ruang tambahan untuk pinggang Anda agar lebih nyaman.


3. Bra Ukuran Biasa

Efek samping lain dari terbang dengan pesawat --yang diketahui oleh banyak pelancong berpengalaman-- adalah pembengkakan ringan.

Beberapa orang berpikir tentang pakaian dalam yang tepat selama berada di dalam kabin. Jangan pakai bra yang sangat ketat, karena bisa membuat perjalanan Anda tak nyaman.

Tali kutang hanya akan menekan punggung dan bahu Anda. Model tali bra dengan logam juga bukan ide baik. Pemindai logam dapat mendeteksinya di bandara. Pilihan terbaik adalah BH olahraga.

4. Jumpsuit

Jumpsuit longgar mungkin tampak seperti pilihan yang baik untuk bepergian dengan pesawat, tetapi anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Pikirkan ketika Anda harus pergi ke toilet uuntuk buang air, membuka pakaian seperti jumpsuit akan memakan waktu lama dan ribet.

5. Celana Berpinggang Rendah

Ribuan orang bepergian melalui bandara setiap hari. Ratusan penumpang telah duduk di kursi yang sama di mana Anda duduk.

Di sabuk pengaman saja, setidaknya ada 90 jenis bakteri dalam satu sentimeter persegi. Bahkan ada kemungkinan terinfeksi penyakit kulit atau virus usus di pesawat.

Karena ada begitu banyak kuman di tempat ini, rekomendasi paling penting adalah untuk menutupi kulit Anda sebaik mungkin. Jangan mengenakan kaus oblong, celana pendek (short pants), rok mini, dan celana Anda dengan pinggang rendah yang membuat punggung bagian bawah Anda terlihat.

6. Sepatu Sneaker Baru

Ingatlah bahwa ada kemungkinan kaki Anda akan membengkak ketika terbang. Karena itu, pilih sepatu yang dirasa nyaman. Jangan pakai sepatu baru, sebab bisa berubah menjadi terlalu ketat saat Anda berada di udara.

Juga, sepatu untuk penerbangan harus yang menutupi seluruh kaki (mata kaki dan telapak kaki). Juga jangan lupa memakai kaus kaki. Ini akan membuat Anda tetap hangat saat udara di kabin mendingin.

7. High Heels

Ini bukan tentang kenyamanan, tapi keamanan. Dalam hal evakuasi ketika berada di udara, Anda tidak akan bisa berjalan cepat dengan sepatu hak tinggi atau melepasnya dengan segera jika ada keadaan darurat. Selain itu, tumit dikhawatirkan patah ketika pesawat terpaksa mendarat darurat.


8. Parfum

Tentu saja, parfum bukanlah pakaian, tetapi ini adalah bagian dari citra Anda. Sebelum penerbangan, cobalah untuk menghindari memakai parfum, bahkan jika aromanya terbilang kalem menurut Anda.

Itu karena Anda harus menghormati penumpang lain dan peduli dengan kesehatan Anda dan mereka. Parfum dapat menyebabkan reaksi yang tidak terduga pada Anda dan orang lain, seperti asma atau reaksi alergi.